Saya pernah mendengar perkataan bijak yang dikatakan oleh orangtua saya kepada saya, mungkin juga orangtua anda pernah mengatakan ini kepada anda, ya saya rasa begitu, perkataan itu adalah "Tidak ada makhluk yang sempurna". Ya, itu perkataan yang benar-benar BENAR. Tapi saya sering menyaksikan bahwa kata-kata itu menjadi tameng untuk membenarkan kemalasan dan kegagalan. Saya percaya bahwa tidak ada seorang manusiapun yang dapat dikatakan sempurna, bahkan para nabipun memiliki kekurangan, ia kan? tetapi ada sebuah kesempurnaan yang terdapat dalam diri setiap manusia yaitu "kesempurnaan hidup".
Kesempurnaan hidup hanya dapat dicapai ketika kita dapat bersatu dengan yang maha sempurna. Kita tidak mungkin bisa menjadi manusia yang memiliki kesempunaan hidup jika kita tidak tau apa yang membuat kita sempurna.
Dan yang maha sempurna telah memberikan kita banyak hadiah untuk membantu dan membuat hidup kita sempurna dengan ilmunya.
Ilmu, itulah dia yang akan membawa kita pada tingkat kehidupan yang sempurna, kita akan mengetahui apa-apa yang baik dan apa-apa yang buruk. Tetapi masalahnya adalah hanya sedikit orang yang tau bagaimana cara mendapatkan ilmu tersebut.
Ilmu yang kita butuhkan dalam hidup ini adalah ilmu yang dapat mencegah kita dari segala perbuatan buruk kita. Kebenaran dari suatu kebanaran mungkin bagi sebagian orang hanyalah berbentuk samar, apalagi jika dalam perjalanan kehidupan ini dia selalu ditemui oleh masalah-masalah yang berhubungan dengan sesuatu yang dinilai buruk. Perlu diketahui bahwa sesunguhnya tidak ada buruk, buruk hanyalah sebuah nilai yang diberikan oleh seorang pecundang kepada kehidupan. Semua yang terjadi didalam hidup kita adalah baik, semua yang terjadi dalam hidup kita adalah ilmu, dan semua ilmu adalah baik.
Apa yang tidak disadari dari banyak orang yang hidup dengan penyesalan, penderitaan atau bentuk-bentuk emosi yang salah lainnya adalah mereka gagal menemukan sisi baik dari masalah yang ia hadapi.
Dalam buku Cashflo Quadran karya Robert Kiyosaki saya menemukan judul tulisan yang sedikit atau banyak menggambarkan kisah ini. Tulisan tersebut adalah "Saat-saat terbaik.... saat-saat terburuk". Saat yang terbaik bagi seseorang mungkin saja adalah waktu yang buruk bagi sebagian orang. Ya, iulah kehidupan. Yang menjadi pembeda antara WAKTU YANG BAIK dan WAKTU YANG BURUK hanyalah terletak pada pengetahuan yang terdapat di dalamnya,
Saya pernah mengatakan kepada anda bahwa semua yang terjadi di dalam hidup kita adalah hasil dari apa yang telah kita ketahui sebelumnya. Dan apa yang telah kita ketahui, adalah apa yang telah kita pelajari sebelumnya.
Ada pepatah yang mengatakan "Yang penting bukanlah apa yang telah terjadi dari suatu kejadian melainkan makna dari apa yang sudah terjadi dan itulah kehidupan yang sesungguhnya".
Lagi-lagi ini hanyalah soal pengetahuan. Banyak orang sudah mengetahui bahwa kita harus mengambil sesuatu pelajaran dari apa yang terjadi. Ya, itu sangatlah benar. Tetapi sayangnya apa yang ia pelajari bukanlah apa yang harusnya ia pelajari. Banyak orang berpikir dengan mengetahui penyebab, atau hasil dari kegagalan atau keberhasilannyanya saja sudah cukup untuk menyatakan dirinya sudah belajar. Bagi saya itu tidak cukup, tahu bukanlah tujuannya, Tujuannya adalah hasil dari apa yang anda tahu. Terkadang dengan menetahui cara untuk sampai ke tanah suci tidaklah membuat anda dapat mencapai ketanah suci, kenapa..? Karena tahu saja tidaklah cukup, anda tidak akan pernah dapat dinilai sebagai seorang berilmu jika apa yang anda lakukan tidaklah sama dengan apa yang telah anda ketahui. Seorang sahabat bernah berkata kepada saya bahwa tidak ada ilmu di balik pengetahuan yang ditinggalkan.
No comments:
Post a Comment