Kalau menyangkut soal tragedi baik, mungkin kita akan dapat mencerna apa yang kita dengar secara positive, ini dikarenakan program pikiran kita selalu mencari kenikmatan dan menghindari penderitaan, itu umum. Tetapi, bereaksi negative terhadap sesuatu yang negatif justru membuat anda masuk kedalam suatu masalah yang harusnya tidak anda dapatkan.
Salah satu penyebab terjadinya kesalah pahaman yang paling banyak kita temui adalah terlalu banyak orang yang kurang pandai untuk mendengarkan dan merasakan.
Guru saya mengatakan kepada saya "Banyak orang terlibat dengan banyak masalah hanya karena mereka tidak pernah belajar tentang ilmu hebat ini, ilmu ini adalah ilmu mendengarkan".
Ya, saya percaya dengan perkataan itu. Banyak diantara kitak atau belum bisa menemukan makna dari apa yang terjadi hanya karena mereka tidak mau atau mungkin tidak bisa mendengar. Dan akibat dari kesalahan itu, kita terjatuh kedalam posisi sulit yang tidak kita inginkan.
Tidak bisa mendengar disini bukan berarti dia memiliki telinga yang tuli tetapi lebih dari itu, dia memiliki hati yang tuli. Banyak orang punya telinga yang terbuka tetapi sedikit orang yang memiliki hati yang terbuka. Mereka mendengar tetapi mereka tidak bisa merasakan apa yang dia dengar, sehingga hingga mereka gagal untuk mengambil kebaikan dari segala hal yang terjadi didalam hidupnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, alih-alih bertindak untuk kebaikan mereka malah bertindak diluar batas sehingga menimbulkan efek negative yang sungguh berlawanan dengan tujuannya yang sesungguhnya.
Ada dua faktor yang mengakibatkan hal ini terjadi, yang pertama adalah faktor kebodohan, dan yang kedua adalah faktor emosi.
Saya tidak akan membahas faktor pertama yaitu faktor kebodohan, karena saya tau anda bukanlah orang yang tidak tau mengenai hal ini. Tetapi faktor emosi juga menentukan anda cerdas atau bodoh. hehehe
Faktor emosi. Sebagian orang bertindak reaktif bukan karena rendahnya pengetahuan atau kecerdasannya, tetapi lebih daripada itu, biasanya orang-orang yang seperti ini adalah tipe orang kalah yang lebih memilih logikanya dibandingkan emosinya. Memang kita tidak pungkiri bahwa emosi-emosi yang timbul dari sesuatu kejadian yang buruk itu sangat berpengaruh
No comments:
Post a Comment