Tuesday, February 28, 2012

Apa yang di ajarkan ayah kaya saya

Bukan hanya Robert Kiyosaki, ternyata sayapun memiliki ayah-ayah kaya yang menasehati saya. Ayah-ayah  kaya saya adalah orang-orang yang sudah menemukan kebahagian dan kecukupan dibidangnya masing-masing. Apa yang mereka ajarkan sangat berarti bagi saya, karena mereka memberikan saya inspirasi dan semangat dalam menjalani hidup lewat kata-kata bijaknya. Ayah kaya saya pernah mengatakan kepada saya untuk saling berbagi kepada sesama. Dan kali ini saya ingin mencoba memenuhi salah satu nasehatnya untuk berbagi kepada anda.

Menunggu adalah tindakan bodoh

Ayah kaya saya mengajarkan bahwa dengan menunggu berarti kita telah membiarkan banyak orang untuk lebih lama lagi berharap akan datang pertolongan dari kita. Baginya, kita adalah orang yang dinantikan dan orang dinantikan tidak pantas untuk menunggu. Karena ketika anda menunggu anda berarti telah membiarkan orang lain untuk lebih lama hidup dalam kesengsaraan. Dan kesengsaraan mereka yang menanti kita adalah kesengsaraan kita juga.

Tantangan adalah kenikmatan hidup

Saya adalah pria miskin yang hidup serba pas-pasan. Hidup saya penuh dengan masalah,teman-teman saya merendahkan saya, sekolah melecehkan saya, dan mereka yang kaya tapi angkuh takut berteman dengan saya. Ya itulah hidup kehidupan masa kecil saya. Anda bisa bayangkan itu..? Sehingga saya pernah di usir dari rumah teman saya beberapa kali karena saya adalah orang yang miskin.

Itulah kehidupan, ya mungkin jika saya hidup di tempat yang berbeda saya tidak akan menemui masalah seperti ini. Atau mungkin jika saya lahir dari keluarga yang lebih kaya saya tidak akan seperti ini.

Hari berlalu dengan penyesalan dan tiba pada suatu  waktu saya tidak sengaja bertemu seorang pengusaha tua dan kamipun berbincang-bincang sejenak. Dalam percakapan ini saya menggambarkan dia sebaai salah satu dari ayah kaya saya, ya meskipun dia bukan ayak kaya saya.

Ayah kaya saya pernah bertanya kepada saya "Apakah kamu pikir jika kamu mendapatkan banyak uang dan mendapati kehidupan yang mewah kamu akan bahagia..?" tanyanya

Lalu saya terdiam dan terpaku menatap matanya, dan untuk beberapa saat kami terdiam.

Lalu ayah kaya saya mulai berkata lagi "Dulu, saya pernah bertemu orang yang sangat kaya sekali, dia mempunyai rumah yang mewah, kapal pesiar, mobil mewah, pokoknya hidupnya sangat-sangat mewag, dan tentu saja dia tidak perlu berkerja keras untuk mendapati apa yang dia inginkan. Pertanyaanya adalah apakah kamu mengira dia bahagia?" Kata ayah kaya saya..

Kembali saya terpanah mendengar kata-katanya. dan pada akhirnya dia mulai bercerita kembali "Sekarang saya ulangi lagi, apakah dia bahagia? hahaha, ternyata dia tidak bahagia, dia berkata kepada saya bahwa hidupnya sangat membosankan, tidak ada tantangan yang bisa dia beli, dan tantangan yang bisa dia beli hanyalah sesuatu yang mengancam nyawanya sendiri. Dan lucunya, dia  sangat menginkan kehidupan sederhana seperti kita-kita ini."


Sejenak merenungi perkataannya, saya menyimpulkan secara pribadi bahwa penyelesaian masalah adalah bagian dari kebahagiaan. Dan masalah hanya dapat kita selesaikan jika kita menemuinya dengan jantan. Maka janganlah sekali-kali kita berasa tidak bahagia ketika kita menghadapi kesulitan. Mungkin itu maksud yang disiratkan TUHAN dalam perbincangan ini tetapi saya idak tau pastinya. hehehe

Berbagilah sebelum kamu menjadi kaya, karena dengan berbagilah kamu akan menjadi kaya

Banyak orang yang menunggu atau mungkin menunda untuk berbagi, padahal berbagi itu adalah sesuatu kegiatan yang mulia. Ayah kaya saya selalu mengatakan kepada saya bahwa apa yang kamu terima hari ini adalah apa yang kamu berikan kemarin. Ya, saya mempercayai kata-kata indah itu.

Di dalam agama saya, di jabarkan secara mendetail tentang apa yang di ajarkan ayah kaya saya ini, dia adalah tipe orang yang religius, jadi sangat mungkin bahwa dia mengetahui tekhnik ini secara utuh melalui pendidikan agamanya. Ya, saya meyakini itu.

Apa yang membuat sebagian orang kaya dan sebagiannya lagi tidak kaya menurut takaran ayak kaya saya adalah bergantung dari seberapa banyak yang mereka bagi. Jika dia sedikit berbagi maka apa yang akan ia dapati juga akan sedikit. Kemurah hatian adalah faktor pending untuk mendongkrak kekayaan seseorang.

Adaya kesalahan yang paling mendasar yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang mengira bahwa apa yang harus mereka bagi adalah sesuatu benda dalam bentuk materi, padahal kenyataannya tidak. Seperti seorang penulis yang menjadi kaya karena ia berbagi ilmunya kepada orang banyak, ataupun seperti seorang mentor yang berbagi banyak motivasi kepada orang banyak. Semakin banyak kita berbagi maka semakin banyak yang kita dapatkan.

Tetapi biasanya, apa yang kita bagi juga menentukan bayaran kita, seperti jika kita berbagi ilmu maka kita akan mendapatkan ilmu yang lebih baik lagi, jika kita berbagi penghasilan maka kita akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik lagi, jika kita berbagi kebahagiaan kita akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih baik, dan jika kita berbagi darah kita akan mendapatkan darah yang lebih baik, dan begitu pula sebalik dan seterusnya.


Jika anda mengamati tulisan ini, anda pasti akan mengingatnya juga, entah anda sadar atau tidak bahwa berbagi juga ada dalam ilmu bisnis management yang paling sering diajarkan. Salah satunya adalah dalam bagian faktor kali dan nilai tambah. Mungkin anda tidak menyadari bahwa faktor kali dan nilai tambah adalah juga bagian dari apa yang kita kenal sebagai ilmu "BERBAGI". salah satu kunci terpenting yang gagal disadari oleh banyak orang adalah berbagi itu mencakup banyak aspek dalam kehidupan kita. Dan yang paling lucunya lagi apa yang kita bagi tidak akan pernah lepas dari faktor kali dan nilai tambah itu sendiri.

Seperti, jika kita membagi satu orang kita secara tidak sadar mungkin hanya mendapatkan keuntungan senilai dengan prospek satu orang tersebut, dan apa jadinya jika kita memberikan kebaikan kepada seratus kali lipatnya? Wah, gimana ya...?

Dan satu lagi, nilai tambah juga adalah satu faktor penting. Banyak orang bingung, kenapa ketika saya menggunakan jasa atau membeli suatu produk saya biasanya menawar dan habis itu membayar lebih. Sesungguhnya saya tidaklah gila, saya hanya ingin memberikan nilai tambah kepada mereka, supaya mereka dapat berkerja lebih baik lagi, dan selalu mendahulukan saya. Ikata emosi yang diberikan oleh faktor kali dan nilai tambah sangatlah berpengaruh bagi saya. Tidak tau juga ya dengan anda. hehehe

Dan jika anda sadari bahwa para orang-orang terkaya di duniapun pada umumnya adalah orang-orang yang senantia berbagi kepada sesama. Seperti Billl Gates yang menyumbang milyaran dollar untuk lembaga amalnya, ataupun Donald Trump yang yang membagikan uangnya untuk yayasan sosial dan gereja.

Ada satu ungkapan mulia dari salah satu orang terkaya di Dunia, beliau adalah pemilik beberapa perusahaan yang telah mendunia seperti pemilik Bank of America, Coca Cola, IBM, Colgate, Gillette, dan lain-lain. Siapakah dia? Ya, betul, dia adalah Warren Buffet. Warren Buffet pernah mengatakan bahwa "hidup ini baru sangat bermakna kalau kita bisa berbagi sebab berbagi itu mulia". Sebegitu pentingnya berbagi hingga dia menempatkan BERBAGI sebagai makna dari hidupnya.

Untuk saat ini udah dulu ya, tetap semangat and always be possitive ;0


No comments:

Post a Comment