Thursday, April 19, 2012

Realistis VS Tidak Realistis Hanya Persoalan Konteks

Perlu digaris bawahi, bahwa apa yang terjadi di dalam hidup kita ini adalah real, atau dalam bahasa umumnya adalah benar-benar terjadi. Tetapi jika kita menengok lima puluh atau mungkin seratus, atau mungkin seribu tahun kebelakang, banyak hal yang tadinya dianggap tidak rea menjadi sangat-sangat real dimasa sekarang.

Jadi, pikiran mana yang akan membuat hidup kita lebih maju? Pikiran yang realistis, atau pikiran yang tidak realistis...?

Pertanyaan itu sering kali terbesit di dalam pikiran kita, atau mungkin hanya saya yang merasakannya. Di dalam hidup ini saya sering melihat orang yang berpikir secara tidak realisti hancur dalam hidupnya, tetapi saya juga menemukan banyak orang yang pikirannya tidak realistis namun berhasil dalam hidupnya.

Kebanyakan pemikir yang tidak realistis  yang menemukan kegagalan terjadi menemui kegagalan dalam hidupnya karena ketidak realistisannya bukan hanya dimiliki oleh fakta didalam pikiran orang lain tetapi juga dimiliki oleh fakta didalam pikiran dan tindakan-tindakan yang dia lakukan juga sangat tidak realistis sehingga semua hasilnya adalah tidak-tidak realistis.

Sedangkan dilain pihak, pihak pemikir yang tidak realistis namun menemui kesuksesan, adalah mereka yang punya cara-cara realistis yang dapat mengubah pikiran-pikiran atai ide-ide mereka yang tidak realistis, menjadi sangat real dan nyata.

Dan apakah pembeda besar antara kedua pola mereka?

Perbedaan terbesar diantara kedua jenis manusia ini adalah terletak pada konteksnya, pikiran mereka sama (tidak realistis) tetapi konteksnya sangat-sangat jauh berbeda.

Saya menemukan banyak perbedaan antara orang-orang yang sangat berhasil di dalam hidup mereka, mereka mampu membangun kekuatan finansialnya dimulai dari titik nol bahkan minus. Dan pada awalnya merekapun hanya menjadikan pikiran mereka untuk sukses hanya sebagai sesuatu hal yang sangat tidak realistis. Namun semuanya, kini menjadi sangat real dan sangat nyata, dan lagi-lagi konteks yang ada dibalik semua ini.


Pengetian Konteks

Didalam ilmu umum kita dapat mengartikan konteks sebagai suatu keadaan dimana sesuatu itu dapat benar-benar real terjadi. Dangan kata lain, ini adalah suatu fase dimana ide atau pikiran kita mendapat dukungan dari alam (konteks) sekitar kita. Dan ketika itu bertemu maka akan menciptakan suatu realita baru yang benar-benar real.

Dengan kata lain, konteks adalah sebuah wadah untuk kita mengeluarkan dunia real yang ada di dalam otak kita menuju dunia real yang dapat dinikmati semua orang.

Konteks adalah wadah bukan isi

Ibarat segelas air, konteks adalah wadah yang menaungi isi dari gelas tersebut. Dan seperti yang kita tau, air (isi) dari konteks kita tidak tidak pernah lebih banyak dari batas maximal wadahnya (konteks). Dan itu berarti, sangat-sangat mustahil jika kita memperbanyak isinya tanpa memperluas wadahnya.




No comments:

Post a Comment